Selamat Datang

SELAMAT DATANG DI BLOGGER PENDIDIK MINGKRIK

Kamis, 19 September 2013

Buku Tematik Pegangan Guru Kelas SD Kurikulum 2013

Meskipun implementasi Kurikulum 2013 dilakukan secara bertahap, namun tidak ada salahnya bagi guru-guru sekolah bukan sasaran pilot projek dapat mempelajari dan ikut memahami buku-buku yang menjadi pegangan guru pada kurikulum 2013 . Unduh Buku Guru Tematik SD Kurikulum 2013 dengan cara klik tautan dibawah ini :
  1. Kelas 1. Tema 1.1 Diriku. DOWNLOAD DISINI.
  2. Kelas 1. Tema 1.2 Kegemaranku. DOWNLOAD DISINI.
  3. Kelas 1. Tema 1.3 Kegiatanku. DOWNLOAD DISINI.
  4. Kelas 1. Tema 1.4 Keluargaku. DOWNLOAD DISINI.
  5. Kelas 4. Tema 4.1 Indahnya Kebersamaan. DOWNLOAD DISINI.
  6. Kelas 4. Tema 4.2 Selalu Berhemat Energi. DOWNLOAD DISINI.
  7. Kelas 4. Tema 4.3 Peduli Terhadap Makhluk Hidup. DOWNLOAD DISINI.
  8. Kelas 4. Tema 4.4 Berbagi Pekerjaan. DOWNLOAD DISINI
          Sumber :  layananptk.wordpress.com

Senin, 16 September 2013

Nasehat Imam Ghazali pada Anak Didik dan Pendidik

Imam Ghazali sebagai seorang tokoh pendidikan Islam paling terkenal di dunia yang dilahirkan di Kota Thusia pada tahun 450 H. Nama lengkap beliau “Abu Hamid Al Ghazali Hujjatul-Islam bin Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin Ahmad. Beliau dari kalangan keluarga sederhana, ayah beliau seorang pembuat dan pedagang pakain dari bulu. Imam Ghazali kecil beserta adiknya bernama Ahmad sudah ditinggal wafat oleh ayahnya, Hidup Imam Ghazali dan Ahmad dititipkan pada teman ayahnya seorang ahli tasawuf. Pada masa kecil, beliau belajar ilmu fikih pada Syech Ahmad bin Muhammad Ar-Razikani yang kemudian pergi ke Jurjan belajar pada Imam Abi Nasar Al-Ismaili. Imam Ghazali belajar pada banyak guru di berbagai negeri, Imam Al-Haramain di Nisapur.
Pada tahun 484 H, Imam Ghazali dilantik menjadi guru besar Perguruan Tinggi Nizamiyah di Kota Bagdad dalam negera Irak. Semua pengajar dan pelajar di perguruan tinggi tersebut sangat menghormatinya karena ketinggian dan keahlian ilmu serta hatinya. Setelah menunaikan ibadah haji pada tahun 488H, beliau pergi di negeri Syiria yang diteruskan ke Kota Damaskus tempat beliau menetap. Pada massa di kota tersebut beliau mengarang buku yang berjudul “IHYA”. Dalam buku tersebut salah satu babnya beliau memberikan nasihat tentang adab kesopanan pada pelajar dalam menuntut ilmu dan pendidik sebagai pengajar para pelajar.
Nasihat Imam Ghazali pada pelajar :
  1. Pelajar harus mempunyai kesucian batin dari kerendahan budi dan sifat-sifat tercela.
  2. Mengurangi hubungan dengan persoalan duniawi dan belajarlah jauh dari kampung halaman agar supaya konsentrasi.
  3. Jangan sombong dengan ilmu pengetahuan dan jangan angkuh pada guru.
  4. Belajarlah pada pokok-pokok ilmu terlebih dahulu.
  5. Bila guru tidak mempunyai pendirian, sebaiknya berhati-hati terhadap guru yang demikian akan menyesatkan.
  6. Semua ilmu yang berguna perlu dipelajari meskipun hanya tujuan dan pokok-pokoknya saja
  7. Pelajar harus mempunyai ketetapan hati yang kuat bahwa belajar hanyalah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
  8. Tunggulah lebih dahulu dalam mempelajari ilmu yang lebih tinggi sebelum memahami ilmu yang di bawahnya, karena ilmu itu bertingkat-tingkat.
  9. Imam Ghzali membagi ilmu menjadi tiga, yaitu pokok, penting, dan pelengkap. Utamakan dahulu yang pokok kemudian penting, dan seterusnya.
  10. Pelajar harus mengetahui bahwa yang amat penting menjadi prioritas utama.
  11. Kejayaan ilmu yang dituntut itu apakah kiranya mengangkat kita di syurga ke satu tempat di mana kita berbahagia, bertemu langsung dengan Allah SWT dan dapat menikmati wajah Allah SWT yang amat mulia.
Imam Ghazali yang sangat peduli dengan pendidikan juga memberikan pesan kepada pendidik sehingga dapat bekerja penuh dengan dedikasi yang tinggi. Nasihat yang diberkan Imam Ghazali ini akan meningkat martabat lembaga pendidikan yang sekarang sudah mulai beralih pada sebuah komersialisasi atau lembaga pendidikan adalah perusahaan yang menghasilkan uang. Nasihat yang diberikan oleh Imam Ghazali terdiri dari 7 hal, yaitu :
  1. Para pendidik mempunyai kasih sayang pada peserta didik, meskipun kadang-kadang bertindak keras dan marah akan tetapi masih dalam ruang lingkup kasih sayang.
  2. Para pendidik dilarang memungut biaya pendidik dari peserta didik. Para pendidik hendalah bekerja secara ikhlas karena Allah SWT.
  3. Para pendidik hendaklah memberikan petunjuk kepada peserta didik, baik dalam bidang pelajaran ataupun kemasyarakatan.
  4. Tegur-sapalah pelajar dengan menyindir tanpa membentak dan bawakanlah dalam suasana ramah dan kasih sayang.
  5. Antar pendidik hendaklah bersama-sama membawa peserta didik menghormati seluruh pendidik dan seluruh pengetahuan.
  6. Pendidik hendaknya dalam meberikan ilmu secara bertingkat dan berikan menurut kekuatan akal mereka.
  7. Para pendidik hendanya melaksanakan dan mengamalkan ilmu pengetahuannya.
Itulah nasihat-nasihat Imam Ghazali yang sangat dalam dan bagi para peserta didik maupun pendidik perlu diperhatikan untuk membawa bangsa ini menjadi bangsa maju dan beradab (cerdas akal dan cerdas nurani).


Senin, 02 September 2013

CARA MELATIH KETERAMPILAN SOSIAL KEPADA ANAK

Pengajaran keterampilan sosial untuk anak-anak adalah sangat penting untuk membuat mereka nyaman dan tenang dalam setiap situasi sosial tertentu.
Berharap anak anda berperilaku seperti orang dewasa adalah tidak mungkin karena anak belum mempunyai pengalaman,pemahaman dan kedewasaan ketika menghadapi berbagai situasi kehidupan.
Itu sebabnya, pengajaran keterampilan sosial kepada anak-anak seperti kerjasama, komunikasi positif, yang membantu dan sopan, sangat penting untuk perkembangan anak yang tepat.
Mengajarkan ketrampilan sosialisasi kepada anak akan efektif bila dilakukan dengan permainan dan kegiatan. Orang tua harus jeli memilih jenis permainan dimana anak akan bisa belajar berperilaku,berkomunikasi dan menampilkan diri dalam situasi sosial.
Beberapa bentuk permainan yang bisa dicoba:
1. Melatih Kerjasama
Mintalah anak-anak berdiri membentuk lingkaran.
Selanjutnya, menggambar sebuah lingkaran di tengah dengan kapur.
Berikan instruksi yang segera setelah Anda peluit, anak-anak harus menjalankan dan mengakomodasi diri dalam lingkaran ditarik oleh Anda.
Setelah anak-anak melakukannya, membuat lingkaran lain yang lebih kecil di antara lingkaran sebelumnya yang dipakai. Sekarang, anak-anak harus menyesuaikan diri di daerah yang lebih kecil. Saat melakukan sehingga anak-anak harus terus satu sama lain atau membuat saran bagaimana agar sesuai itu. Jadi, dengan melakukan permainan tim tersebut untuk anak-anak, komunikasi dan kerjasama di antara mereka bisa ditingkatkan jauh.

2. Belajar Mendengar dan Memahami Kenyataan
Sering kali,anak-anak kurang memperhatikan apa yang orang lain katakan di kelas. Menanamkan keterampilan mendengarkan menjadi sangat penting untuk menjaga sopan santun. Sebuah kegiatan yang menyenangkan bagi anak-anak mengajarkan keterampilan sosial adalah meminta anak-anak duduk dalam lingkaran. Selanjutnya, minta salah satu dari mereka untuk memberitahu orang lain hobi favoritnya. Setelah ini, anak duduk di sebelahnya harus memberitahu hobi favoritnya, tapi sebelum itu ia harus mengulang hobi anak sebelumnya. Demikian juga, semua anak memberitahu hobi mereka dan ulangi yang anak-anak sebelumnya. Setiap kali seorang anak lupa, guru atau anak-anak lain yang dapat membantu dia. Kegiatan ini sangat tepat dan menyenangkan guna mengajarkan anak-anak bergiliran ketika berbicara serta mendengarkan orang lain.

Minggu, 25 Agustus 2013

Mengenali Guru Tipe Mediocre


“Tidak ada anak yang bodoh, yang ada hanya anak yang tidak menemukan guru yang tepat untuk mengembangkan potensinya”. Kira-kira begitulah ucapkan Yohanes Surya. Beliau telah berhasil mengantarkan siswa-siswa beprestasi secara internasional. Begitu pula ucapan Ibrahim Bafadal, “ tidak ada siswa yang bodoh, yang ada hanya guru yang tidak bisa mendidik. Tidak ada guru yang tidak bisa mendidik, yang ada hanya kepala sekolah yang tidak  memimpin”.  Saya tulis kembali ungkapan tersebut karena saya menpunyai pemahaman bahwa urusan pokok dari pendidikan adalah profesionalitas guru.Tentunya, secara konseptual guru  profesionalitas menpunyai banyak karakteristik. Bagi orang tua siswa rasanya cukup untuk mengetahui fenomenanya. Pada tulisan sebelumnya, saya telah mengutip hasil survey  litbang kompas mendapat gambaran mengenai guru  bertipe mediocre dengan kemampuan pas-pasan yang cenderung satu arah dan belum kreatif ”menerjemahkan” KTSP (Kompas.com, 7 Mei 2013). Pada tulisan itu juga, saya menyebutnya sebagai burnout sebuah keadaan  kelelahan  mental   dengan ciri  kedap (inersia) terhadap perubahan atau sebutlah guru “gosong”. Fenomena mediocre atau guru dengan kemampuan biasa biasa saja itu dapat dipaparkan seperti dibawah ini.

Kamis, 13 Juni 2013

UNTUK KREATIF BUTUH PENGORBANAN

Banyak orang mengira, jiwa kreatif itu terlahir dari alam. Artinya, seseorang itu menjadi kreatif atau tidak sudah ditetapkan sejak dalam kandungan. Benarkah begitu? Sebagaimana orang punya bakat menyanyi lalu jadi penyanyi atau orang yang sudah berbakat melukis lalu ia jadi pelukis?
Kenyataannya, kreativitas, profesi, dan juga bakat tidaklah bisa dipandang secara absolut. Semua orang sejak ia di dalam kandungan sudah memiliki berbagai potensi. Lagi-lagi, lingkungan, orang-orang terdekat, dan momentum mengambil alih pemicu untuk tumbuh dan mekarnya beragam potensi itu. Berbicara tentang kreativitas, maka saya menyimpulkan, itu pun sudah dimiliki oleh manusia sejak lahir, siapapun orang tuanya. Namun membuat daya kreatif mereka terasah dan bersinar cemerlang membutuhkan sentuhan pengorbanan orang tuanya.